1.Puisi baru terikat (distikon)
KALA HUJAN TIBA
(Kurnia Nur Faridah)
Gemuruh air menetes riuh
Berjatuhan dari nirwana
Gadis kecil dan sahabatnya
Menari riang di rinai hujan
2.Puisi baru terikat (terzina)
BINTANG PAGI
(Kurnia Nur Faridah)
Gemerlap bintang di ufuk sana
Timbul tenggelam di laut awan
Bersinar redup lalu menghilang
3.Puisi baru terikat (kuatren)
SESAL
(Kurnia Nur Faridah)
Kubersimpuh
Kuberlutut
Kutengadah
Dalam haribaan-Mu
4.Puisi baru terikat (kuin)
PERIH
(Kurnia Nur Faridah)
Tak kusangka
Tak kukira
Tak kuduga
Kau lakukan ini
Sakiti hati ini
5.Puisi baru terikat (sekted)
IBUKU
(Kurnia Nur Faridah)
Senyum lembutmu
Pesona indahmu
Kasih sayangmu
Sikap halusmu
Menghentakkan jiwaku
Ibu,yang ’kan slalu kucinta
6.Puisi baru terikat (septina)
HUTANG
(Kurnia Nur Faridah)
Kutersentak
Dari tempat dudukku
Ku coba menahan
Rasa jiwa ini
Berbulan-bulan
Kusetia menunggumu
Hey,kapan kau bayar hutangmu?
7.Puisi baru terikat (stanza/oktava)
SETIA
(Kurnia Nur Faridah)
Berdetik sudah
Bermenit sudah
Berjam sudah
Berhari sudah
Berminggu sudah
Berbulan sudah
Bertahun sudah
Ku tetap setia menunggu cintamu
8.Puisi baru terikat (soneta)
BADAI PANTAI
(Kurnia Nur Faridah)
Badai mengguncang
Karang yang mulai rapuh
Ombak bergulung
Pada tepian yang tersudut
Angin berhembus
Kencang,kencang
Keras menampar-nampar
Kilat bersambar
Saling aksi berkilauan
Luluh menghentak tepian
Menggoncang
Menerjang
Daratan
Yang tak lagi kukuh
9.Puisi baru bebas
MIMPI
(Kurnia Nur Faridah)
Aku ingin arungi
Riak-riak gelombang
Tak terbendung dalam jiwa
Kanal tak bertepi
Buatku ingin menggapai mimpi
Kutebar jiwaku,pecahan mimpiku
Arungi darat lautan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar