1.Puisi baru terikat (distikon)
BALADA IBU YANG DI BUNUH
(W.S.Rendra)
Ibu musang dilindung pohon tua meliang
Bayinya dua ditinggal mati lakinya.
Bulan sabit terkait malam memberi datangnya
Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Sumber: Dawud,dkk.2004.Bahasa dan Sastra Indonesia Jilid 1 untuk SMA KelasX.Malang:Erlangga.
2.Puisi baru terikat (terzina)
CERITA BUAT DIEN TAMAELA
(Chairil Anwar)
Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu.
Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut.
Sumber: Anwar,Chairil.1993.Deru Campur Debu.Jakarta:Dian Rakyat.
3.Puisi Baru terikat (kuatren)
KEPADA PEMINTA-MINTA
(Chairil Anwar)
Baik,baik,aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan lagi aku
Nanti darahku jadi beku.
Sumber: Anwar,Chairil.1993.Deru Campur Debu.Jakarta:Dian Rakyat.
4.Puisi baru terikat (kuin)
KEPADA PENYAIR BOHANG
(Chairil Anwar)
Suaramu bertanda derita laut tenang
Si Mati ini padaku masih berbicara
Karena dia cinta,dimulutnya membusah
Dan rindu yang mau memerahi segala
Si Mati ini matanya terus bertanya!
Sumber: Anwar,Chairil.1993.Deru Campur Debu.Jakarta:Dian Rakyat.
5.Puisi baru terikat (sekted)
GUGUR DALAM PENCEGATAN TAHUN EMPAT PULUH DELAPAN
(Taufiq Ismail)
Demikianlah cerita kakek penjaga
Tentang pengunjung lelaki setengah baya
Berkemeja drill lusuh dari luar
Matanya memandang jauh,tubuh amat kurusnya
Datang ke museum perjuangan
Pada suatu sore yang sepi
Sumber: Dawud,dkk.2004.Bahasa dan Sastra Indonesia Jilid 1 untuk SMA Kelas X.Malang:Erlangga.
6.Puisi baru terikat (septina)
LAGU SIUL
(Chairil Anwar)
Laron pada mati
Terbakar di sumbu lampu
Aku juga menemu
Ajal dicerlang caya matamu
Heran!Ini badan yang selama berjaga
Habis hangus di api matamu
‘Ku kayak tidak tahu saja.
Sumber: Anwar,Chairil.1993.Deru Campur Debu.Jakarta:Dian Rakyat.
7.Puisi baru terikat (stanza/oktava)
PENGOEMOEMAN REPOEBLIK yang mulai berdebu
(Taufiq Ismail)
Di depan tugu dalam museum ini
Menjelang pintu keluar tingkat bawah
Aku berdiri dan menatap nama-nama
Dipahat disana dalam keping-keping alumunium
Mereka yang telah tewas
Dalam perang kemerdekaan
Dan setinggi pundak jendela
Kubaca namaku di sana.
Sumber: Dawud,dkk.2004.Bahasa dan Sastra Indonesia Jilid 1 untuk SMA Kelas X.Malang:Erlangga.
8.Puisi baru terikat (soneta)
GEMBALA
(M.Yamin)
Perasaan siapa ta’kan nyala
Melihat anak berlagu dendang
Seorang saja di tengah padang
Tiada berbaju buka kepala
Beginilah nasib anak gembala
Berteduh di bawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang ke rumah di senja kala
Jauh sedikit sesayup sampai
Terdengar olehku bunyi serunai
Melagukan alam nan molek permai
Wahai gembala di segara hijau
Mendengarkan puputmu
menurutkan dikau
Sumber: agepe_lesson.blogspot.com
9.Puisi baru bebas
ORANG BERDUA
(Chairil Anwar)
Kamar ini jadi sarang penghabisan
Di malam yang hilang batas
Aku dan dia hanya menjengkau
Rakit hitam
’Kan terdamparkah
Atau terserah
Pada putaran pitam?
Sumber: Anwar,Chairil.1993.Deru Campur Debu.Jakarta:Dian Rakyat.
10.Puisi baru kontemporer
DUKA
(Ibrahim Sattah)
duka’tu duka dimana duka
a duka duuuuuuuu
nu ki
a d
ku u
aku’tu k
k h
a u
u duka kau
kau’tu d
d u
u k
k a
a d
duka bu i
nga r
duka daun duka du i
ri dua duri
duka ha dari
ri s
dukaku duka siapa dukamu duka siapa e
duka bi p
la i
duka a
pa
Sumber: Suryanto,Alex dan Haryanta,Agus.2007.Panduan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XII.Tangerang:ESIS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar