Pengalaman Mengikuti AFS Jenesys Short Program
Impian aku untuk pergi ke Jepang akhirnya terwujud berkat AFS JENESYS. Sebelumnya aku harus melewati tahap-tahap seleksi baik tingkat regional sampai tingkat internasional dan orientasi selama 3 hari yang diadakan di Wisma Handayani, Jakarta Utara. Sebelum hari keberangkatan, kami para peserta AFS JENESYS short program mengadakan suatu “Talent Show” yang sangat berkesan dan tak terlupakan, yang kami siapkan hanya dalam waktu dua malam saja. Dan pada tanggal 3 Desember 2009 yang lalu aku berangkat ke Jepang. Menyenangkan bisa mendapat teman-teman baru yang luar biasa dari berbagai Negara sahabat, selain dari Indonesia sendiri ada juga dari Malaysia, Thailand, Filiphine, Australia, India, New Zealand, juga Jepang.Aku dan teman-teman Indonesia lainnya berangkat dari bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.00 WIB menggunakan Japaneese Air Lines (JAL), salah satu pesawat terbaik di Asia.
Pagi hari, 3 Desember 2009, ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di bumi Jepang, menyenangkan rasanya. Kami menginap di Marroad International Hotel Narita. Disana aku sekamar dengan teman dari Indonesia bernama Citra. Di hari pertama ini diadakan semacam orientasi agar peserta dari masing-masing Negara bias saling mengenal.
Pada 4 Desember, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok bis yang disebut CM (Country Mix) dan aku masuk dalam kelompok CM 9 yang didampingi dengan Akko dan Kakki san juga Yoshida san, di Jepang penyebutan nama orang biasanya ditambah dengan akhiran “san” di belakangnya. Kita pergi berjalan-jalan ke Kyoto dan pergi ke Kinkakuji (Rokuon-ji) yang juga merupakan situs budaya UNESCO. Pemandangan disana sangat indah dan kuilnya sangat menakjubkan. Ada juga sekkatei, semacam kabin yang di bangun tahun 1997. Disana kami juga melihat kegiatan orang-orang Jepang yang sedang beribadah di kuil. Setelah itu kami pergi bermalam di Prince Hotel Onsu mengendarai shinkansen (kereta cepat Jepang) bersama Citra, Appu, dan Lee dari India.
5 Desember 2009, kami pergi ke Kyomizu Dera dan Jishu-shrine, disana juga menyenangkan meskipun disana sedang hujan gerimis. Kami juga melihat Otowa-no-taki di area kuil. Setelah berkunjung ke kuil disana, aku dan teman-teman berbelanja di sekitar kuil dan mencicipi makanan-makanan gratis disana. Walaupun tidak dibeli, penjual-penjual disana sangat ramah dalam melayani calon pembelinya.
Pada 6 Desember, masing-masing peserta mulai terlihat akrab. Hari ini kami pergi ke Hiroshima menuju Peace Memorial Park (Hiroshima-heiwa-toshi-kinenhi), disana aku kagum sekali dengan origami-origami yang keren dan patung Sadako Sasaki, korban bom Hiroshima yang semangat untuk tetap hidup.
7 Desember 2009, kami pergi ke Miyajima menaiki kapal laut. Aku juga didampingi seorang dokter. Disana tak kalah keren, pemandangannya terlihat masih alami. Banyak rusa-rusa yang berkeliaran bebas disana. Disana juga ada semacam gerbang yang ada di pesisir laut, konon gerbang (torii) tersebut adalah jalan untuk menuju ke kuil matahari (Shinto shrine). Sepulang dari Miyajima pada pukul 12.00 waktu Jepang, kami menuju ke gedung pertunjukan untuk menyaksikan JENESYS Festival dari ketujuh Negara. Dibuka dengan permainan alat music khas Jepang. Dilanjutkan dengan drama dari Australia, tarian khas ala Bollywood dari India, tarian menakjubkan dari Thailand, tarian dari Malaysia, Indonesia dengan nyanyian tradisional, New Zealand dengan tampilan ala konsernya yang meriah, dan tarian dari Filiphina yang menggunakan alat musik tangan. Setelah melihat pertunjukan dari masing-masing Negara peserta, kami kembali ke hotel. Namun aku tidak ikut ke hotel melainkan pergi ke rumah sakit bersama Sugama san, karena suhu tubuhku sangat tinggi hari ini. Setelah menjalani tes kesehatan aku kembali lagi ke Rhiga Royal Hotel. Malamnya kami pergi makan Okonomiyaki bersama dengan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing.
8 Desember 2009, kami mendapatkan pendamping baru bernama Yoko san. Kami berjalan-jalan ke Hiroshima City Naka Incineration Park dilanjutka ke Museum Bom (Genbaku-domu). Dan siangnya setelah makan-makan di restoran Jepang, kami pergi ke AEON mall, dan ini saat yang tepat untuk belanja!
9 Desember 2009, persiapan menuju host family bersama teman-teman dari chapter Osaka-Minami dan rencananya aku pergi ke rumah keluarga Takada Takashi. Tapi, berita buruk datang, karena kondisiku tidak memungkinkan, maka aku tidak diperbolehkan ikut. Dengan perasaan yang sangat sedih, akhirnya mau tak mau aku menurut saja dan meminta agar aku tetap bias mengirimkan Cinderamata untuk hostfamku juga hostschool. Hari ini, saat teman-teman pergi ke Hostfam, aku tetap di hotel bersama Miyashita dan Sugama san. Malamnya kami pergi ke mall, jalan-jalan, dan makan mie ramen bersama di sebuah kedai.
Pada 11 Desember 2009, aku, Miyashita, dan Sugama san pindah ke Marroad International Hotel Narita. Makan malam di restoran ala Prancis. Dan keesokan harinya kembali pulang ke Indonesia diantar Sugama san naik JAL lagi.
Meskipun aku tidak jadi pergi ke Hostfam, namun aku jadi punya penglaman yang berbeda dengan ke 419 temanku lainnya. Aku jadi bisa merasakan pergi ke rumah sakit Jepang yang sangat ekslusif, naik taksi di Jepang yang mewah, pergi makan mie ramen di kedai, diajak belanja ke mall-mall di Jepang dan mendapat kamar eksklusif di hotel, aku juga sudah menganggap Miyashita dan Sugama san seperti saudara sendiri, juga pulangnya secara khusus di antar Sugama san.
Nah, itulah pengalamanku selama ke Jepang melalui AFS JENESYS short program , aku akan kangen sekali dengan semua teman-temanku, kangen saat talent show dan saat pembagian pin merah putih yang menandakan bahwa kami adalah salah seorang duta bangsa selama disana, saat kami dengan bangga menyaksikan lagu kebangsaan masing-masing seusai makan okonomiyaki, kangen resto-resto di Jepang, kangen toilet disana yang sangat nyaman, kangen dengan udaranya yang bebas polusi, kangen JAL dan shinkansen, orang-orangnya yang sangat baik disana, dan yang terpenting semua kebersamaan kami meskipun kita berbeda ras, agama, suku bangsa tapi kita merasa seperti satu keluarga, selamanya tak akan berubah. Dan pengalaman ini merupakan pengalaman terbaik yang pernah aku rasakan seumur hidup.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar