Kupersembahkan ini untuk ayahku tercinta, JOHAN SYAIFUDIN. Agar dapat kukenang kembali dan menjadi memori indah untukku dan anak cucuku kelak, insyaAllah.
RINDU AYAH
Oleh: Kurnia Nur Faridah
Degup kehidupanku tak kan lagi sama
Tanpa hadirnya sosokmu ayah
Yang selalu mendampingiku mengisi hari
Tanpa hadirmu ku merasa sepi
Aku rindu
Rindu tawamu yang menceriakan hariku
Rindu senyuman tulus ikhlasmu
Saat kau memandangku
Sungguh rindu
Rindu hadirmu dikala susah dan sedihku
Rindu menantimu saat kau pulang
Dengan tetesan peluh penuh perjuangan
Kini kau telah berpulang
Ke Sang Maha Agung Maha Pencipta
Yang memiliki segalanya bahkan juga dirimu
Kini tak kujumpai sosokmu yang hangat
Yang selalu kunanti di setiap hariku
Ayah,
Rindu ini semakin nyata
Saat sosokmu semakin semu
Tak berwujud nyata di sampingku
Tuhan,
Sampaikan seuntai rinduku pada ayah
Lewat bait-bait doa yang kurangkai disetiap sujudku
Lewat berjuta kenangan indah yang tak kan dapat kurengkuh
Pintaku agar Kau selalu menjaganya disisiMu
Hingga kami berkumpul kembali di jannah-Mu, insyaAllah.
***
Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu
RINDU AYAH
Oleh: Kurnia Nur Faridah
Degup kehidupanku tak kan lagi samaTanpa hadirnya sosokmu ayah
Yang selalu mendampingiku mengisi hari
Tanpa hadirmu ku merasa sepi
Aku rindu
Rindu tawamu yang menceriakan hariku
Rindu senyuman tulus ikhlasmu
Saat kau memandangku
Sungguh rindu
Rindu hadirmu dikala susah dan sedihku
Rindu menantimu saat kau pulang
Dengan tetesan peluh penuh perjuangan
Kini kau telah berpulang
Ke Sang Maha Agung Maha Pencipta
Yang memiliki segalanya bahkan juga dirimu
Kini tak kujumpai sosokmu yang hangat
Yang selalu kunanti di setiap hariku
Ayah,
Rindu ini semakin nyata
Saat sosokmu semakin semu
Tak berwujud nyata di sampingku
Tuhan,
Sampaikan seuntai rinduku pada ayah
Lewat bait-bait doa yang kurangkai disetiap sujudku
Lewat berjuta kenangan indah yang tak kan dapat kurengkuh
Pintaku agar Kau selalu menjaganya disisiMu
Hingga kami berkumpul kembali di jannah-Mu, insyaAllah.
***
Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu
Sejenak mengenang sosok sang ayah.
Ayah yang sabar, yang tak pernah marah pada anak-anaknya, serta penuh kasih sayang. Yang selalu mengajarkan untuk berbuat baik pada orang lain walau terkadang tetap dihujat dan dibenci.
Ayahku, yang juga guru mengajiku, yang mengajarkanku dari membaca a-ba-ta-tsa sampai membaca Al-Qur'an.
Ayahku, yang juga doraemonku, yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berusaha mengabulkan segala yang menjadi mimpiku.
Ayahku, yang mengajariku kecintaan akan membaca, yang setiap pulang sekolah dulu (SDI Almaarif 02 Singosari) selalu menggandeng tanganku untuk singgah di toko buku langganan di pasar Singosari, membelikanku buku kisah nabi dan cerita rakyat yang akan terus menjadi koleksi kesenanganku hingga kini. Alasan mengapa aku selalu sangat gembira saat dijemput ayah.
Ayahku, yang juga gojek pribadiku, selalu siap siaga menjemput dan mengantarkanku kemanapun itu. Dan aku yang selalu merasa bangga apabila dibonceng ayah.
Ayahku, yang juga bosku, yang mengajariku menjadi sekretaris pribadinya, mengajari cara membuat surat dan proposal, walau kadang aku sedikit malas melakukannya, tapi semangat ayah yang membuatku luluh, saat ayah bilang ini surat dan proposal untuk masjid kebanggaannya, masjid At-Taqwa.
Ayahku, yang tak pernah marah saat nilai ujianku dapat jelek, bahkan tak pernah bertanya "Dapat berapa ulanganmu?" tetapi selalu bertanya "Apa sudah sholat? Sudah ngaji?"
Ayahku, partner kulinerku, yang selalu senang mengajakku ke warung makan langganannya dan selalu pulang membawa oleh-oleh makanan saat tau anak-anaknya berkumpul di rumah.
Beribu kata tak kan mampu mendeskripsikan segala kenangan tentangmu, ayah. Jum'at lalu di sujud terakhirmu, 12 Januari 2018, jasadmu telah berpisah dari kami, tapi segala kenangan baik tentangmu selalu melekat di hati. Terima kasih Allah yang telah memberiku sosok ayah yang istimewa, ayahku yang hebat. Aku bangga!
"Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro"
"Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil"
Tunggu kami ayah, disaat hari yang telah ditentukan nanti tiba, semoga kami dapat berpulang sebaik caramu berpulang, InsyaAllah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar