Minggu, 13 Maret 2011

Bahaya Obesitas terhadap Kesehatan


ini adalah contoh pidato yang kubuat pas uprak pidato BI untuk ujian praktek pidato (berbicara).


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
            Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Malang, Bapak Ibu Guru serta staf, dan teman-teman yang saya cintai.
            Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesehatan jasmani dan rohani sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri acara penyuluhan bahaya obesitas terhadap kesehatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti acara pada hari ini.
Hadirin yang berbahagia,
akhir-akhir ini berita di televisi banyak yang menginformasikan tentang para penderita obesitas. Perlu diketahui bahwa penderita obesitas bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak-anak atau remaja pun juga dapat terserang obesitas. Seperti yang dialami gadis asal Pamekasan, Zahrafatun Natija atau lebih dikenal dengan Atun. Atun yang kini baru berusia 12 tahun memiliki berat tubuh yang jauh diatas rata-rata anak seusianya. Berat tubuhnya yang mencapai 150 kg atau 1,5 kuintal itu membuat Atun tergolong sebagai penderita obesitas. Obesitas atau lebih dikenal dengan kegemukan memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, dalam kesempatan yang berbahagia ini saya ingin berbagi informasi mengenai bahaya obesitas terhadap kesehatan.
Hadirin,
Obesitas merupakan suatu kondisi kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak disbanding pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Hadirin yang saya hormati,
seperti yang sudah saya utarakan tadi, tak hanya orang dewasa saja yang dapat menderita obesitas. Anak-anak dan remaja pun juga dapat terserang obesitas. Obesitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1.      Faktor genetik (keturunan)
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Orang tua yang menderita obesitas memiliki kemungkinan besar memiliki anak yang juga mengalami obesitas.
2.      Faktor lingkungan
Pola gaya hidup misalnya apa yang dimakan,dan berapa kali seseorang makan juga aktivitasnya memiliki peran penting yang dapat berpengaruh dalam kasus obesitas.
3.      Faktor psikis
Apa yang dipikirkan seseorang juga mempengaruhi pola makan seseorang. Seseorang yang stress cenderung memiliki pola makan yang abnormal yang dapat menyebabkan obesitas.
Hadirin,
Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan permasalahan kesehatan yang berbahaya. Penderita obesitas memiliki resiko terserang penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, asma, hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker bahkan kematian. Belum lagi efek psikologis yang dialami penderita, misalnya ejekan dan diskriminasi. Sekarang mungkin timbul pertanyaan apakah obesitas dapat disembuhkan? Jawabannya adalah obesitas dapat disembuhkan. Caranya adalah dengan melakukan diet sehat, mengatur pola makan, dan melakukan kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik seperti olahraga. Disarankan juga untuk secara rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter. Jika hal tersebut dilakukan maka perlahan-lahan berat badan penderita obesitas akan berkurang.
Hadirin yang saya hormati,
dari uraian yang telah saya sampaikan, saya berharap kita semua semakin mengerti tentang bahaya obesitas terhadap kesehatan. Terima kasih atas perhatian hadirin, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin. dan saya mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan dihati hadirin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.   

Tidak ada komentar: