Minggu, 19 Januari 2014

Matarmaja baru

Hari ini aku pulaang. Yah,kembali ke kampung halaman tercinta, kota Malang yang selalu tampak sama,tampakmerindukan. Perjalanan kali ini menggunakan ka Matarmaja yang sudah mengalami banyak permakan di sana sini. Yah, terbayang dua tahun yang lalu saat matarmaja masih penuh sesak dengan banyaknya penumpang gelap tanpa tiket hingga menjadi ka matarmaja seperti saat ini. Pas. No Tiket No Pass. Sekarang pun juga matarmaja terasa rada 'sepi' tanpa kehadiran pedagang-pedagang asongan, para pengamen kereta, atau bahkan para peminta-minta uang dulu dengan bebasnya berkeliling di dalam kereta. Sekarang kebersohan kereta jiga sudah lebih terjaga. Namun tetkadang aku merindukan suara-suara mbak-mbak penjual popmie, tukang penjual pecel, atau bahkan bapak penjual kaos khas daerah yang dilewati. Sekarang juga lebih susah untuk mencari makanan dalam kereta karena segalanya sudah dimonopoli pt kai. Ada plus dan minusnya untuk semua fasilitas yang kini disediakan. Tipsnya adalah..lebih baik membawa banyak jajanan sebelum menaiki kereta ini, karena harga makanan yang dijual do ataa kereta tergolong lumayan mahal apalagi untuk mahasiswa 'hemat' seperti saya ini..hhe..Tapi overall saya suka sistem seperti ini, lebih rapi, aman, dan nyaman.

Tidak ada komentar: