Kamis, 07 Februari 2019

Pengalaman mengikuti Leadership Camp Dompet Dhuafa Jawa Timur

Pada 28-30 Desember 2018 lalu, aku mengikuti sebuah kegiatan yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur yaitu Leadership Camp. Awalnya aku tertarik mengikuti kegiatan ini bermula dari kesuntukan terhadap rutinitas pekerjaan dan terkadang merasa rindu untuk ikut kegiatan turun lapang seperti saat masih kuliah dulu. Dulu hampir tiap pekan, aku dan teman-teman di DPPI Himitepa (Salah satu divisi sosial di himpunan profesi mahasiswa ITP-IPB) memiliki kegiatan rutin pembinaan mulai dari Sahabat Desa bersama ibu-ibu yang haus akan inovasi produk, Sahabat Sekolah bersama dedek-dedek gemesnya dan juga Sahabat Pedagang di lingkar kampus yang selalu panik saat kami akan melakukan audit, berasa disidak BPOM katanya.

Balik lagi ke Leadership Camp (LC) Dompet Dhuafa tadi, awalnya aku mendapatkan informasi kegiatan ini dari postingan instagram DD Jatim.

Sumber Gambar: @ddjatim

Akhirnya, memberanikan diri untuk daftar, diantara pendaftar lain yang mungkin saja masih kuliah atau bahkan mahasiswa baru. Seleksi dilakukan di kantor Dompet Dhuafa Jawa Timur di Jl. Ngagel Jaya Selatan No.111 Surabaya. Seleksinya berupa wawancara yang dibagi menjadi 3 sesi. Kebetulan aku mendapatkan sesi kedua.

Setelah tahap wawancara, beberapa hari setelahnya ada pengumuman melalui grup wa yang dibuat oleh panitia. Alhamdulillah, aku lolos untuk menjadi salah satu peserta Leadership Camp bersama dengan sekitar 57 orang lain dari beberapa daerah yaitu sekitar Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Gresik, bahkan Madura. Kami dibagi menjadi 6 kelompok regu dan juga 6 kelompok tenda. Kebetulan aku mendapatkan kelompok 5 dan tenda 5 juga.

Tempat yang akan kami gunakan untuk kegiatan Leadership Camp ini adalah di Vila Pondok Pak Guru, Mojokerto. Hawa dingin dan keseruan tak terhingga langsung terbayang saat tau akan diadakan di tempat ini, karena tempat ini memang sering sekali dijadikan acara kegiatan outbound maupun gathering. 

Kami berangkat dari Kantor DD Jatim pada hari Jumat, 28 Desember 2018 setelah sholat Jumat. Sebelum berangkat, aku menyempatkan diri untuk saling berkenalan dengan beberapa peserta. Ternyata benar seperti dugaanku, kebanyakan pesertanya masih duduk di bangku kuliah, entah semester akhir maupun banyak juga yang ternyata masih mahasiswa baru. Hanya ada beberapa orang  saja yang sudah bekerja. Dari 57 orang juga hanya 46 saja yang bisa mengikuti kegiatan Leadership Camp ini.

Sekitar pukul setengah dua siang, akhirnya jemputan datang. Kali ini kami akan naik truk milik TNI AL. Seru sekali! Sudah lama sekali tidak naik truk seperti ini. Terakhir kali waktu ada kegiatan tengah semester waktu SMA dulu. Perjalanan kali ini cukup panjang namun terhibur dengan indahnya perjalanan di sepanjang daerah Mojokerto. Sejuk dan menenangkan! 

Pukul 4 sore, kami pun tiba di lokasi LC. Pemandangannya bagus khas daerah pegunungan. Hawanya pun sejuk dan udaranya masih segar. Keputusan yang tepat untuk mengikuti acara ini, benar-benar bisa menjadi pelepas penat dari pekerjaan dan untuk sekedar me-refresh pikiran.
Sumber Gambar: @ddv_jatim

Kegiatan pertama kali adalah MEMBANGUN TENDA! Yup, kita diharuskan membuat tenda kami sendiri secara berkelompok. Beruntungnya kelompok tenda 5 cukup solid dan tenda berhasil dipasang walaupun miring di beberapa sisi, tapi setidaknya cukup untuk dijadikan tempat berteduh dan berlindung dari hujan. Acara di hari pertama ini diisi dengan materi perkenalan Dompet Dhuafa,  berkenalan dengan sesama peserta juga panitia, dan juga makan bersama, satu tenda mendapatkan jatah 1 tampah, untuk 8 orang. 

Hari ke-2 (Sabtu, 29 Desember 2018)

Di hari kedua, kami memulai pagi dengan senam pagi dan games singkat bersama kelompok. Setelah itu,  kami juga mendapatkan berbagai materi menarik yang dibawakan oleh pembicara-pembicara hebat yang inspiratif. Ada materi tentang Public Speaking yang disampaikan oleh Pak Dinar A. Hadi, STP, MSc. Ada juga materi tentang kerelawanan. Bersama kelompok regu, kami membuat semacam social Project Draft  yang nantinya akan menjadi salah satu project sosial kami setelah mengikuti LC ini. Ada beberapa tema menarik seperti Mata Angin Jalanan, Digitalent Dhuafa (DigiFa), Kampung Literasi, Janda Produktif (JanPro), dan masih banyak lagi. Nantinya dari proyek-proyek tersebut akan dipilih dua proyek yang akan menjadi proyek sosial yang harus kami apikasikan saat magang nanti di Dompet Dhuafa Jawa Timur. Selain itu ada juga materi tentang tanggap bencana yang disampaikan oleh Bu Dian dengan metode Games Monopoli.


Kegiatan Senam Pagi

Sesi Materi Public Speaking bersama Kak Dinar

Permainan Monopoli saat Materi Kebencanaan dari Bu Dian

Sumber Gambar: @ddv_jatim

Malam harinya, ada Malam Persembahan, yakni masing-masing kelompok menampilkan suatu pertunjukan. Ada yang menampilkan drama, musikalisasi puisi, vocal group, hingga puisi berantai. Acara ditutup dengan pelatihan evakuasi kebencanaan dari panitia-panitia yang pernah terjun langsung untuk melakukan evakuasi korban saat terjadi bencana. 

Acara hari ini dilanjutkan dengan jelajah malam bersama kelompok regu. Kami dibekali dengan dua buah lilin dan diberi amanah untuk menjaga agar lilin tetap menyala hingga di pos terakhir. Selama jelajah malam, kami singgah di beberapa pos. Masing-masing pos memiliki password khusus dan juga diberi beberapa pertanyaan seputar Dompet Dhuafa dan materi- materi yang telah kami terima sebelumnya.

Praktek evakuasi korban saat jelajah malam
Sumber Gambar: @ddv_jatim

Hari ke-3 (30 Desember 2018)

Keesokan harinya, di hari terakhir kami melaksanakan kegiatan outbound bersama kelompok regu. Tujuannya adalah untuk mempererat keakraban dan meningkatkan kerjasama tim. Kegiatan outbound ini juga memiliki beberapa pos yang di setiap posnya kami diminta untuk menyelesaikan tantangan. Pos favoritku adalah di pos "merayap" dan pos "estafet air" karena bisa puas kotor-kotoran dan basah-basahan ria, sesuai tag iklan sabun pencuci pakaian "Berani Kotor itu Baik" ;p

Makin kotor makin asyik, makin basah makin seru >.<
Sumber Gambar: @ddv_jatim

Berhubung ini adalah hari terakhir, maka seperti lazimnya kegiatan-kegiatan camp maupun gathering, akan ada sesi Tukar Kado. Masing-masing peserta diharuskan membawa kado untuk nantinya ditukar dengan peserta lainnya. Alhamdulillah, di acara tukar kado kali ini, aku mendapat kado spesial berupa asupan nutrisi untuk sarapan, yaitu....(jengjengjeng).....seperangkat krimer Kental Manis :D Lumayan, alhamdulillah!
Sumber Gambar: Google

Acara ditutup dengan foto bersama Leadership Camp Dompet Dhuafa angkatan 2018. Alhamdulillah, dengan mengikuti acara ini aku mendapatkan banyak pengalaman, menambah teman, menambah ilmu, banyak bertemu orang-orang hebat nan tulus yang menginspirasi dan juga semoga menjadi tambahan kegiatan positif sehingga menjadikan diri ini manusia yang semakin bermanfaat untuk manusia lainnya.

Terima kasih atas kesempatan dan pengalaman berharga yang diberikan. Semoga seterusnya dapat turut serta secara aktif dalam kegiatan Dompet Dhuafa lainnya, terutama di wilayah Jawa Timur ini. Buat teman-teman yang secara sengaja maupun tidak sengaja membaca postingan blog ini, yuk jangan ragu untuk mengikuti kegiatan ini apabila ada Leadership Camp berikutnya dari DD Jatim. InsyaAllah tidak akan merugikan waktu teman-teman, malah akan menambah saudara, menambah ilmu dari orang-orang hebat, dan juga senang menemukan orang-orang yang memiliki passion yang sama di bidang kemanusiaan.



Leadership Camp 2018.
ONE Heart, ONE Purpose, ONE Dream!





Jumat, 26 Januari 2018

RINDU AYAHKU

Kupersembahkan ini untuk ayahku tercinta,  JOHAN SYAIFUDIN.  Agar dapat kukenang kembali dan menjadi memori indah untukku dan anak cucuku kelak,  insyaAllah.

RINDU AYAH
Oleh: Kurnia Nur Faridah

Degup kehidupanku tak kan lagi sama
Tanpa hadirnya sosokmu ayah
Yang selalu mendampingiku mengisi hari
Tanpa hadirmu ku merasa sepi

Aku rindu
Rindu tawamu yang menceriakan hariku
Rindu senyuman tulus ikhlasmu
Saat kau memandangku

Sungguh rindu
Rindu hadirmu dikala susah dan sedihku
Rindu menantimu saat kau pulang
Dengan tetesan peluh penuh perjuangan

Kini kau telah berpulang
Ke Sang Maha Agung Maha Pencipta
Yang memiliki segalanya bahkan juga dirimu
Kini tak kujumpai sosokmu yang hangat
Yang selalu kunanti di setiap hariku

Ayah,
Rindu ini semakin nyata
Saat sosokmu semakin semu
Tak berwujud nyata di sampingku

Tuhan,
Sampaikan seuntai rinduku pada ayah
Lewat bait-bait doa yang kurangkai disetiap sujudku
Lewat berjuta kenangan indah yang tak kan dapat kurengkuh
Pintaku agar Kau selalu menjaganya disisiMu
Hingga kami berkumpul kembali di jannah-Mu,  insyaAllah.

***

Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu

Sejenak mengenang sosok sang ayah.

Ayah yang sabar,  yang tak pernah marah pada anak-anaknya,  serta penuh kasih sayang. Yang selalu mengajarkan untuk berbuat baik pada orang lain walau terkadang tetap dihujat dan dibenci.

Ayahku,  yang juga guru mengajiku,  yang mengajarkanku dari membaca a-ba-ta-tsa sampai membaca Al-Qur'an.

Ayahku,  yang juga doraemonku,  yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berusaha mengabulkan segala yang menjadi mimpiku.

Ayahku,  yang mengajariku kecintaan akan membaca,  yang setiap pulang sekolah dulu (SDI Almaarif 02 Singosari)  selalu menggandeng tanganku untuk singgah di toko buku langganan di pasar Singosari,  membelikanku buku kisah nabi dan cerita rakyat yang akan terus menjadi koleksi kesenanganku hingga kini. Alasan mengapa aku selalu sangat gembira saat dijemput ayah.

Ayahku,  yang juga gojek pribadiku,  selalu siap siaga menjemput dan mengantarkanku kemanapun itu. Dan aku yang selalu merasa bangga apabila dibonceng ayah.

Ayahku,  yang juga bosku,  yang mengajariku menjadi sekretaris pribadinya,  mengajari cara membuat surat dan proposal,  walau kadang aku sedikit malas melakukannya,  tapi semangat ayah yang membuatku luluh,  saat ayah bilang ini surat dan proposal untuk masjid kebanggaannya,  masjid At-Taqwa.

Ayahku,  yang tak pernah marah saat nilai ujianku dapat jelek,  bahkan tak pernah bertanya "Dapat berapa ulanganmu?" tetapi selalu bertanya "Apa sudah sholat?  Sudah ngaji?"

Ayahku, partner kulinerku,  yang selalu senang mengajakku ke warung makan langganannya dan selalu pulang membawa oleh-oleh makanan saat tau anak-anaknya berkumpul di rumah.

Beribu kata tak kan mampu mendeskripsikan segala kenangan tentangmu,  ayah. Jum'at lalu di sujud terakhirmu, 12 Januari 2018, jasadmu telah berpisah dari kami, tapi segala kenangan baik tentangmu selalu melekat di hati.  Terima kasih Allah yang telah memberiku sosok ayah yang istimewa,  ayahku yang hebat. Aku bangga!

"Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro"

"Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil"

Tunggu kami ayah,  disaat hari yang telah ditentukan nanti tiba,  semoga kami dapat berpulang sebaik caramu berpulang,  InsyaAllah.

Jumat, 29 Desember 2017

Rumah Bahasa Surabaya

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya bergabung menjadi anggota Rumah Bahasa Surabaya. Apa itu Rumah Bahasa Surabaya? Rumah Bahasa Surabaya adalah salah satu program dari pemkot Surabaya sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi AEC khususnya di bidang bahasa. Adanya program ini diharapkan mampu memunculkan masyarakat yang berdaya dan bersaing di ranah global.

Rumah bahasa ini terletak di Jl. Gubernur Suryo No. 15 Surabaya. Tempatnya besar dan nyaman untuk belajar dengan ruang kelas yang memadai. Berbagai ragam bahasa diajarkan disini antara lain yaitu: Bahasa Inggris (Basic, Listening, dan Conversation), bahasa Mandarin, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Arab, bahasa Jepang, bahasa Spanyol. Untuk mendapatkan kesempatan belajar tersebut , kita harus mendaftar sebagai anggota Rumah Bahasa Surabaya terlebih dahulu. Syaratnya cukup mudah, sebagai berikut:

Untuk Warga Surabaya
cukup menunjukkan bukti berupa KTP dan mengisi formulir pendaftaran

Untuk Warga Luar Surabaya
cukup mnunjukkan bukti berupa KTM (khusus mahasiswa yang kuliah di kampus Surabaya) atau Surat Keterangan Bekerja di Surabaya dan mengisi formulir pendaftaran.

Di Rumah Bahasa Surabaya ini terbagi atas dua tipe kelas yaitu kelas fix dan kelas on the spot. Untuk kelas fix, maka sebelum kelas dimulai, anggota harus mendaftar terlebih dahulu. Kelas akan diadakan selama 12 kali pertemuan (1x pertemuan tiap pekan), sedangkan untuk kelas on the spot, maka anggota dapat langsung hadir dan mengikuti kelas tanpa mendaftar terlebih dahulu. Setiap kali akan memulai kelas, biasanya anggota diminta untuk mengumpulkan kartu anggota yang kemudian akan diambil kembali setelah kelas selesai di hari itu.

Menurut saya program ini adalah program yang luar biasa. Selain karena tidak dipungut biaya sama sekali, program ini juga meningkatkan kemampuan masyarakat secara individu agar mereka berdaya saing global dan mampu menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Untuk info kelas dan program lebih lengkap dapat dilihat di FP formulir pendaftaran di FP Rumah Bahasa Surabaya



 



Rabu, 08 November 2017

Review Film Posesif (2017)

Ini adalah kisah tentang Lala dan Yudis. Sebuah cerita cinta masa SMA yang mungkin terkesan manis pada awalnya.  Lala,  seorang atlet renang berprestasi, bertemu dengan Yudis si murid baru.  Pertemuan pertama mereka cukup berkesan,  yaitu berawal dari sepatu Yudis yang disita oleh guru BP dan akhirnya berlanjut pada perkenalan mabis dengan Lala. Perkenalan mereka berlanjut semakin intens karena keduanya sepertinya memang memiliki ketertarikan yang sama antara satu dengan lainnya.  Singkat cerita,  Yudis dan Lala pun menjadi sepasang kekasih. Namun,  konflik mulai terjadi saat Lala bingung dan harus memilih antara kariernya sebagai atlet atau waktunya untuk bersama Yudis,  pacar pertamanya. Hingga suatu saat Yudis pun mulai sangat posesif kepada apapun yang dilakukan Lala dan siapapun yang bersamanya.  Hingga Lala pun harus memutuskan apakah ia akan mewujudkan impian ayahnya sebagai seorang atlet ataukah harus mempertahankan cintanya untuk Yudis?

Menurut saya film ini menarik dari segi pengambilan gambar dan tokoh-tokohnya yang digambarkan begitu polos dan nyata tanpa ada unsur yang terkesan berlebihan.  Akting pemainnya juga mumpuni dan mampu menghadirkan nyawa sesuai karakter yang diperankan. Chemistry antar pemain sangat kuat dan membuat saya sebagai penonton cukup mampu untuk terlarut di dalamnya.  Sebuah kisah remaja yang cukup dewasa dan penuh pelajaran hidup.  Mengajarkan kita untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan luarnya saja,  karena setiap pribadi memiliki latar belakang yang berbeda yang berandil besar pada kepribadiannya.

Overall,  saya berikan 4/5 untuk film yang layak dan wajib tonton di bulan ini 😊

Selasa, 01 September 2015

Lake colouring

Lake colouring merupakan pewarna makanan yang larut lemak/minyak. Merupakan gabungan dari zat warna dye yang larut air dengan basa (biasanya Alumunium atau Calsium) dan dilapisi oleh zat tertentu (biasanya alumina atau Al(OH)3 serta memiliki stabilitas yang baik terhadap panas dan cahaya.

Minggu, 30 Agustus 2015

Cara memilih ikan

Semakin maraknya pemalsuan dan penupuan produk pangan yang terjadi di sekitar kita membuat konsumen harus semakin berhati-hati dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi. Salah satu bahan pangan yang seringkali dijual dalam kondisi kuranf layak adalah ikan. Berikut adalah tips untuk memilih ikan yang segar:

1. Ikan segar memiliki kulit yang terang, cerah, dan tidak lebam
2. Sisik masih melekat kuat dan tidak gampang rontok
3. Mata ikan melotot  dan jernih
4. Daging ikan elastis dan jika ditekan tidak menimbulkan bekas
5. Insang berwarna merah segar dan tak berbau
6. Lendir pada permukaan normal, tidak terlalu banyak
7. Tidak berbau busuk atau asam
8. Ikan tenggelam di air

Nah,begitulah tips untuk memilih ikan segar. Sebagai konsumen kita harus cerdas dalam mengkonsumsi sesuatu

🎆🎆🎆

Selasa, 31 Maret 2015

The Journey: Go Global with AIMS!

Semua berawal dari AIMS! AIMS (Asian International Mobility for Students) adalah salah satu program pertukaran pelajar yang baru saja saya ikuti. Awalnya saya tertarik untuk mengikuti program ini karena mendengar cerita dari kakak kelas di Ilmu dan Teknologi Pangan yang membagi kisah exchange mereka di sebuah forum pengenalan AIMS program yang diselenggarakan oleh departemen ITP, IPB. Ada beberapa pilihan negara tujuan, antara lain Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Namun, pada tahun dimana saya bisa mendaftar, Vietnam tidak masuk menjadi salah satu Negara tujuan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk memilih Negara Thailand sebagai Negara tujuan. Kenapa Thailand? Kenapa bukan Jepang atau Malaysia? Alasan pertama adalah saya ingin mempelajari hal baru, budaya baru, dan lingkungan baru. Saya kurang tertarik untuk memilih Negara serumpun seperti Malaysia, karena saya ingin bisa menguasai bahasa baru dan saya memutuskan untuk tidak memilih Jepang karena saya sudah pernah mengikuti program pertukaran ke Jepang pada saat SMA sehingga pilihan saya jatuh pada Negara Thailand. Thailand merupakan salah satu Negara yang menarik untuk dikunjungi karena saya kagum atas kesetiaan masyarakatnya terhadap raja mereka, selain itu mereka memiliki bahasa dan kebudayaan yang unik sehingga membuat saya tertarik untuk mempelajarinya. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengisi formulir AIMS. Setelah mendapat restu dan doa dari orang tua dan dosen pembimbing, saya pun mengumpulkan form AIMS yang telah saya isi. Pada saat wawancara, saya diberi pertanyaan seputar alasan dan motivasi saya mengikuti program AIMS dan menunjukkan bakat yang dimiliki, saat itu saya memilih untuk menari tarian tradisional sunda. Beberapa minggu kemudian, Alhamdulillah saya diumumkan sebagai salah satu penerima beasiswa AIMS program ke Thailand tepatnya ke Mae Fah Luang University (MFU), Chiang Rai, Thailand. Sebelum berangkat, saya dan teman-tempat menyempatkan diri untuk bertemu dengan senior kami yang telah lebih dahulu merasakan menjadi AIMS Student ke MFU serta berkenalan dengan beberapa mahasiswi AIMS dari MFU yang sedang melakukan penelitian di ITP, IPB.
Tak terasa tibalah hari-hari menuju keberangkatan menuju Thailand. Ada perasaan senang bercampur sedih yang saya rasakan. Sedih saat harus berpisah dengan sahabat-sahabat tercinta di tanah air dan harus meninggalkan organisasi yang saya cintai yaitu HIMITEPA (Himpunan mahasiswa ilmu dan teknologi pangan) dan jauh dari keluarga. Namun, saya merasa sangat bersemangat, karena saya yakin banyak hal yang menanti saya di negeri gajah putih tersebut. Awal berada di Thailand terasa sangat asing di mata saya, baik itu orang-orangnya, bahasanya, maupun kebudayaan mereka. Namun walaupun semuanya tampak asing, saya merasa sangat menikmatinya. Jujur saya merasa nyaman berada di tempat ini, saya merasa sedang berada di kampung halaman sendiri. Selama berada di MFU, saya tinggal di asrama internasional. Di asrama kami dituntut untuk bisa bergaul dan bertoleransi dengan teman-teman yang berbeda suku bangsa serta berbeda budaya. Banyak hal yang dapat saya pelajari selama saya tinggal di tempat yang sangat heterogen seperti di asrama internasional ini. Saya harus belajar untuk berbagi, berbagi fasilitas publik yang telah disediakan oleh pihak asrama, belajar untuk menghargai orang lain dan juga belajar disiplin karena di asrama kami diterapkan sistem jam malam. Selain itu, di asrama juga tinggal beberapa teman yang berasal dari Indonesia yang berbeda suku. Saya pun belajar untuk lebih mengenal budaya sendiri dan juga belajar untuk berbagi dengan mereka. Adanya mereka mengobati sedikit kerinduan saya akan tanah air selama disana. Di MFU, saya juga melakukan penelitian yang mengharuskan saya untuk mengerjakan proyek dengan topik yang diberikan oleh dosen pembimbing yang sebelumnya sudah saya pilih. Banyak sekali hal-hal yang saya pelajari selama saya melakukan penelitian disana. Saya harus belajar untuk menyelesaikan masalah, dan belajar mandiri dan tidak mudah putus asa. Terkadang ada hal yang tampak berat bagi saya selama menjalankan penelitian, seperti saat gagal uji dan hal-hal lainnya, namun saya bersyukur bahwa saya diberikan teman-teman yang selalu mendukung saya. Karena hampir tiap hari saya diharuskan berada di lab membuat saya lama kelamaan semakin dekat dengan laboran-laboran yang berada disana. Saya sudah menganggap mereka seperti keluarga saya sendiri dan terkadang saat saya tak sedang mengerjakan penelitian pun saya menyempatkan diri untuk sekedar berbincang dengan mereka dan sempat juga mengunjungi rumah salah satu dari mereka.Selain penelitian, saya juga mengambil mata kuliah Bahasa Thailand. Ini adalah salah satu favorit saya selama berada disini, karena saya merupakan orang yang sangat menyukai belajar bahasa baru. Di kelas bahasa Thailand, saya memiliki banyak teman baru dari China, Myanmar, dan Bhutan. Kami sering bertukar cerita tentang budaya masing-masing dan belajar untuk menghargai satu sama lain.
Terlepas dari kegiatan akademis, banyak hal yang saya dan teman-teman ikuti yang melatih kami untuk mengembangkan soft skill yang kami miliki. Terkadang saya menyempatkan diri untuk menjadi native speaker untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Saya senang karena ternyata banyak orang Thailand dan Negara lainnya di MFU yang tertarik untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Dengan menjadi native Bahasa Indonesia saya memiliki kesempatan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada mereka dan menumbuhkan rasa cinta lebih terhadap bangsa sendiri. Selain itu saya juga mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Moslem club MFU, seperti acara makan bersama (Kantoke dinner), City tour, dan sport day. Saya merasa memiliki saudara-saudara baru yang mengajarkan saya tentang banyak hal, dan selalu mengingatkan saya disaat saya melakukan kesalahan. International affair MFU juga sering sekali mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mahasiswa-mahasiswi exchange seperti orientasi, Halloween party, city tour, dan kegiatan bakti sosial di salah satu desa kecil di daerah Chiang Rai. Kegiatan-kegiatan tersebut membuat saya semakin memiliki banyak teman dari berbagai Negara. Terlebih saat melakukan camping di desa yang mengharuskan kami untuk saling bekerja sama dalam menyiapkan segala keperluan kami selama berada disana. Walaupun penduduk desa tersebut tidak bisa berbahasa Inggris, tapi kami mencoba dan belajar untuk saling mengerti dan kami senang bisa berbagi ilmu kepada mereka. Di MFU saya juga memiliki beberapa sahabat orang Thailand dan dua orang sahabat dari Alabama yang saya dan teman-teman temui tak sengaja saat berada di kantin. Kantin MFU yang cukup luas memang sering menjadi ajang bagi kami untuk menambah teman baru. Selama berada disana saya belajar untuk lebih berani berbicara dan tak malu untuk menyapa lebih dahulu serta berteman dengan siapa pun baik itu mahasiswa, pedagang kantin, laboran, dosen, petugas keamanan, maupun petugas kebersihan. Saya merasa senang bisa mengenal mereka dan bertukar cerita dengan mereka.
Terkadang saya dan teman-teman juga pernah berselisih paham tentang suatu hal, namun saat itulah kami harus belajar untuk saling mengerti, saling memahami, dan saling memiliki. Saya menyadari bahwa kami memang bukanlah pribadi yang memiliki sifat yang sama. Terkadang gesekan-gesekan kecil muncul untuk menguji pertemanan kami selama disini. Namun kami dituntut untuk lebih dewasa dalam mengatasi masalah. Kami harus menyadari bahwa perbedaan pendapat dan salah komunikasi mungkin saja terjadi dan hal tersebut membuat kami belajar banyak hal untuk lebih menghargai satu sama lain. Disini kami adalah satu keluarga yang harus saling menjaga dan melindungi dan kami sadar bahwa kehadiran kami disini adalah salah satu representasi Indonesia di mata dunia sehingga apa yang kami lakukan harus selalu kami jaga.
Hal terberat bagi saya adalah saat menjelang kepulangan saya dari Mae Fah Luang. Saya sudah menganggap tempat ini seperti kampung halaman saya sendiri dan sudah memiliki banyak sekali keluarga disini. Hari-hari terakhir meninggalkan MFU, saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk bertemu teman—teman kami disini untuk sekedar berbincang hingga saling memberi hadiah. Saya yakin perpisahan bukan akhir dari segalanya, suatu saat nanti saya akan bisa kembali ke tempat ini lagi dan bertemu dengan mereka. Hal yang membuat saya terharu adalah saat kepergian kami ke Bangkok yang dilepas oleh sahabat-sahabat kami disini. Mereka dengan setia mengantarkan kami hingga bis yang membawa kami ke Bangkok datang. Hal tersebut memberikan kesan mendalam untuk saya, karena saya merasa dicintai oleh mereka dan tentu saja saya sangat mencintai mereka secara tulus dari hati saya yang paling dalam.
Di Bangkok kami tinggal di tempat mahasiswi Permitha yang berada di Bangkok. Berkenalan dengan mereka membuat saya kagum karena mereka tetap mengetahui dan memantau berita tentang tanah air selama mereka berada disini. Saya juga merasa memiliki keluarga baru selama disini karena mereka sangat perhatian kepada kami selama kunjungan kami ke Bangkok. Kami juga mengunjungi rumah salah satu sahabat kami yang berada di Nakonratchasima, bertemu dengan keluarganya, saling bertukar cerita dan banyak hal lainnya. Kami juga menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah teman di Pattani. Mereka sangat tertarik tentang Indonesia dan kami senang bisa mengenal satu sama lain. Mereka juga berencana untuk mengunjungi kami suatu saat nanti. Dari Pattani kami singgah ke Pulau Penang, Malaysia untuk mengunjungi teman ITP kami yang exchange ke USM, Malaysia. Kami menghabiskan beberapa hari untuk menjelajah Pulau Penang dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Syah Alam untuk mengunjungi teman kami, exchange student dari UITM yang kami kenal di MFU. Kami juga diajak untuk bertemu keluarganya yang walaupun masih serumpun namun memiliki banyak perbedaan budaya yang membuat kami semakin akrab dan mengerti satu sama lain. Hingga tak terasa kami harus pulang lagi ke Negara kami tercinta, Indonesia. Sehari setelah kepulangan kami, kami masih merasa bahagia karena salah satu sahabat kami berkunjung ke Indonesia karena ingin mengenal Indonesia lebih jauh dan bertemu lagi dengan kami. Bagi saya pribadi, walaupun hal tersebut sempat membuat saya memundurkan rencana saya untuk pulang ke kampung halaman namun saya merasa sangat senang karena adanya sahabat saya tersebut mengobati kerinduan saya tentang MFU.
Kisah ini murni saya tulis secara tulus dari hati saya yang paling dalam. AIMS memberikan saya banyak kesempatan berharga. Membuat saya merasa sangat istimewa telah dipertemukan dengan orang-orang sebaik mereka. Walaupun hanya mengenal mereka beberapa bulan saja namun saya merasa sudah sangat menyayangi mereka. AIMS membuat saya memiliki banyak keluarga baru dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda dan perbedaan bahasa maupun agama bukanlah hal yang harus membuat kita saling menjauh namun mengajarkan kita pentingnya untuk belajar saling memahami. AIMS mengajarkan saya banyak hal yang tak dapat saya pelajari di bangku kuliah. Mengajarkan tentang pentingnya saling menghargai, toleransi, dan yang terpenting adalah bagaimana cara kami bersikap terhadap orang lain. Saya tak merasa kecewa ataupun menyesal sedikitpun terhadap apa yang program ini berikan. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bergabung dalam AIMS family. I’m proud to be AIMS family, Go Global with AIMS!


Minggu, 19 Januari 2014

Matarmaja baru

Hari ini aku pulaang. Yah,kembali ke kampung halaman tercinta, kota Malang yang selalu tampak sama,tampakmerindukan. Perjalanan kali ini menggunakan ka Matarmaja yang sudah mengalami banyak permakan di sana sini. Yah, terbayang dua tahun yang lalu saat matarmaja masih penuh sesak dengan banyaknya penumpang gelap tanpa tiket hingga menjadi ka matarmaja seperti saat ini. Pas. No Tiket No Pass. Sekarang pun juga matarmaja terasa rada 'sepi' tanpa kehadiran pedagang-pedagang asongan, para pengamen kereta, atau bahkan para peminta-minta uang dulu dengan bebasnya berkeliling di dalam kereta. Sekarang kebersohan kereta jiga sudah lebih terjaga. Namun tetkadang aku merindukan suara-suara mbak-mbak penjual popmie, tukang penjual pecel, atau bahkan bapak penjual kaos khas daerah yang dilewati. Sekarang juga lebih susah untuk mencari makanan dalam kereta karena segalanya sudah dimonopoli pt kai. Ada plus dan minusnya untuk semua fasilitas yang kini disediakan. Tipsnya adalah..lebih baik membawa banyak jajanan sebelum menaiki kereta ini, karena harga makanan yang dijual do ataa kereta tergolong lumayan mahal apalagi untuk mahasiswa 'hemat' seperti saya ini..hhe..Tapi overall saya suka sistem seperti ini, lebih rapi, aman, dan nyaman.

Rabu, 15 Januari 2014

Sinopsis film I give my first love to you

Film i give my first love to you merupakan film jepang bergenre drama romantis yang mengisahkan kisah cinta masa kecil takuma dan mayu. Takuma menderita penyakit jantung yang kompleks sejak kecil dan banyak menghabiskan hidupnya di rumah sakit, sedangkan Mayu adalah anak seorang doktet yang merawat Takuma. Kisah cinta mereka berlanjut hingga masa junior high school saat Takuma menyadari bahwa ia tak ingin tetus menerus membuat Mayu bersedih. Takuma memutuskan untuk mendafar di sebuah sekolah asrama untuk menghindari Mayu. Tak disangka ternyata Mayu jug mendaftar di sekolah yang sama dan berhasil menjadi siswi dengan nilai masuk tertinggi. Masalah muncul saat Takuma bertemu Teru, teman masa kecilnya yang jug menderita penyakit jantung dan muncul lelaki yang tiba-tiba ingin merebut Mayu dari Takuma. Hingga akhirnya Takuma menyadari bahwa ia tak ingin kehilangan Mayu namun saat ia menyadarinya hidupnya sudah tak lama lagi. Momen paling mengharukan adalah saat Takum bertahan hidup hanya untuk mengajak Mayu ke sebuah taman hiburan hingga Takuma sudah tak kuat lagi dan harus pergi meninggalkan Mayu. Mayu pun melepas kepergian Takuma dengan senyuman. Hal mengahrukan lainnya adalah saat Mayu pergi ke gereja untuk menikahi abu Takuma untuk membuktikan janji masa kecil Takuma untuk menikahinya.

Rabu, 08 Januari 2014

i come back..my blog ;)

setelah pencarian kesana kemari...finally..i gotta best place to share my word in virtual word..ya..ya..setelah sempat kepikiran untuk selingkuh ke blog blog tetangga yg lebih hijau..finally i found that mine is better than that..hha..#apasih

intinya mah..lebih enakan ngeblog di blogspot ternyata..selain loadingnya lebih ringan juga gampang buat dibuka..dan senengnyaa..aplikasi di androidnya juga uda ada :)) makin gampang laah kalo mau share everything :)

Minggu, 14 April 2013

Thousand Years


heartbeats fast
colors and promises
how to be brave
how can i love when i'm afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubt suddenly goes away somehow
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don't be afraid i have loved you
for a thousand years
i'll love you for a thousand more

time stands still
beauty in all she is
i will be brave
i will not let anything take away
what's standing in front of me
every breath
every hour has come to this
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don't be afraid i have loved you
for a thousand years
i'll love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i'll love you for a thousand more

one step closer
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don't be afraid i have loved you
for a thousand years
i'll love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i'll love you for a thousand more


this christina perri's song now is on my favourite playlist. i got the feel when first try to heard and felt what's the lyric mean. For someone i love, i will wait you, ever for thousand years. After knowing something in a social media that wrote by you, i felt two feelings. The first feel is happy but another is sadness. Why? cause i just think that "she" that you wrote in your status is me or not. If yes, that means that i will be the happiest girl in earth that someone whom i loved is love me too. But if it no, i don't know what will happen in my heart, maybe it will so crush and can not be repaired again. Just you, the man who i want to live with. Just you, the man who i want to be my only husband. Just you, the man who i wanna grow up our children together. Just you, the only man that can spread the love in my future home. It just you, you, and you.
Now, 'till ever after, i will wait you, wait you to realize my dream..

For my dearest man,
I Love You, because of Allah.




Kamis, 31 Januari 2013

DPPI - my new family

Hai,all :D gw mau curcool nih skalian ngenalin keluarga baru gw di Divisi DPPI Himitepa Fateta,IPB..

Apaan sih HIMITEPA????


Himitepa itu adalah suatu organisasi (kece) kampus yang bergerak di bidang keprofesian (baca: Himpunan profesi) yang menjadi wakil penyalur aspirasi (halaaah) bagi warga Ilmu dan Teknologi Pangan a.k.a ITP...


then, apaan sih DPPI???
DPPI itu adalah suatu divisi yang terdiri dari sekumpulan mahasiswa-mahasiswi ITP yang cetaaaaaaar membahana kece badaiii (abaikaaan ini ;P) dan berkecimpung di bidang bina-binaan.
fyi, DPPI itu adalah singkatan dari Dewan Peduli Pangan Indonesia..

nah, ini nih pengumuman waktu ketrima di DPPI...rasanyaaa...sesuatuuu bangeet....
 
and this is it (jadi ingat ucapan seseoraaang, baca: Farah Quinn) anggota-anggota DPPI yang kece badaaai periode 2013-2014 yang skaligus menjadi member keluarga baru gw di itp tercinta muah muah ini,hehehe...


nah ini namanya k Rizki Ardhiwan dan biasanya dipanggil k Rizki atau kadang dipanggil k M****** ... 
Dia ini berperan sebagai daddy kita di DPPI....daddy ini adalah kadiv DPPI 


yang ini adalah aunty kita Striwicesa Hangganararas (keren yak namanya, soo unique) yang cetaaar membahana...panggilannya k Ayas...


nah, yang nggak kalah kece satu ini adalah kak Rahmalia S..atau biasa disapa aunty Boty (sebenernya bingung juga ni panggilan diambil dari mana cobaaaa)


Nah, alkisah daddy kita tercintah itu punya 5 orang istri...yang sampai saat ini keberadaan maupun perawakannya masih belum diketahui alias status masih buron. Nah dari ke5 orang istri yang entah berada dimana itulah..daddy melahirkan  mempunyai anak-anak super kece yang terdiri dari...



anak pertama..... Gilang Megan W. a.k.a Kak Gilaang, anak dari Ibu Puri Mawar..konon katanya Puri Mawar ini adalah tempat tinggal si bunda yang hilang itu. Jabatannya di DPPI adalah Kapten Kapangaaan (prok..prok..prook), setelah berhasil merebut dengan "sadis" dari anak kedua,hahaha... (nggak cuma di pelem-pelem aja looo perebutan kekuasaan itu terjadi,wkwkwk)


anak keduaaa......adalah Muji B. a.k.a Mujiii....cowok ITP teladan yang satu ini adalah anak dari ibu alaay..so nggak heran dia juga kadang alay dan slalu dipanggil alay. Nah,mungkin karena kealayannya tersebut, cowok yang menjabat sebagai pj Bina sekolah ini pun harus rela kehilangan gelar jenderal-nya yang baru dijabat selama 10 detik itu ....wahahaha...#puasss *ketawa devil*


anak ketigaaa.....is...yaap siapa sih yang nggak kenal gw??? (muntah segentong) hhaha...cewek kece manis imut-imutt *ya ampuuun,pasti temen2 gw yang baca ini g bakal mau lagi ngakuin gw temennya,hahaha* ini adalah gw..tebak aja deh nama gw yang manaaa..jabatan gw adalah pj Bina Pedagang (duit dek..duit deeeek*kipaskipas duit)


nah, yang satu ini nih...anak yang paling nggaaak waras  kece di DPPI...yup si cantik berkerudung pink ini bernama Dewi Emilia B. a.k.a Dewi...anak dari ibu Bidan ini menjabat sebagai pj Bina Desa (mungkin karena dia ingin menjadi wong ndeso....abaikaan) tapi Dewai ini baiiiiik banget lo guys..dia juga kayak buku Yellow pages berjalan,cz kita bisa tau num telepon anak2 se itp sama dia,wuiih canggih kaaan...


nah, yang satu ini nggak berani gw bully dah,hha..karena dia tuh yang paling manis baik dan penurut se-DPPI (prok prok prok) cewek manis ini bernama "Aisyah Asysyifaturrahman yang namanya kadang susah buat dibaca sama oang karena kebanyakan sysysys" biasa dipanggil ais...anak dari ibu bidadari kalimantan (ibu yang namanya paling bagus se-dppi) menjabat sebagai pj Food Allert

Yap,sekilas perkenalan gila-gilaan dengan keluarga baru gw di DPPI..semoga setaun kedepan adalah masa kejayaan DPPI juga masa menggila bersama...hheee..

DPPI ....LET'S ROCK HIMITEPA.... :D :D :D



Selasa, 29 Januari 2013

my new lovely boy :* #ssst its secret

huaaa..berasa bangun dari hibernasi yang amat teramat sangat panjaang *hiyaa lebaynya kluar,hehe.
well, it's holyday sodara-sodara dan harus diisi dengan sesuatu yang amat sakral..

MARATON FILM *jiahahahaha...

dan berkat bujukan adekku tersayang yang unyumunyu, alhasil film pertama yang kami tonton itu adalah sejenis film Thailand yang pemeran utamanya kece badai cetar membahana...yup, film thailand berdurasi 2 jam berjudul 

SUCK SEED.....

Film remaja ini berkisah tentang persahabatan dan cinta khas anak sekolah gitu..dan juga tentang musik. Nah,yang bikin aku nge-fans sama film ini adalah akting kece dari pemainnya yang juga kece my lovely Jirayu Laongmanee :*  (maafkan kealay-an saya ini sodara-sodara)

di film itu dia jadi nerdy boy yang sweet banget dan adegan yang paling aku suka adalah saat dia nembak ern, cewek yang disukainya sejak zaman dahulu kala (baca:sd)

habis mlototin tuh film ampe puas, tanpa babibu deh langsuuung meluncur ke isi otak mbah gugel n searching query : Jirayu Laongmane 

dan muncullah wajah yang cetar membahana itu..
before that, fyi si ganteng ini kelahiran 29 Oktober 1995  looh (*yah,walaupun ngebrondong mah bodo amat,tetep ngefaaans sama jirayu :* )

Dan ini my new lovely boy :)





gimana?? manis banget kaaan? apalagi senyumnya itu loh bikin melting..
kalo aja ya di kampus gue cowok kayak begini ni, waaah cepet move on nya deh gue, tu orang satu (seseorang yang sampe sekarang masih bikin gw susah move on,wkwk) lewat deh, buang ke laut aja :D lol

sayangnya kayaknya itu masih khayalan belaka,hehe..

tapi mulai hari ini gw bertekad..
akan rajin belajar
cari beasiswa atau exchange ke Thailand
biar gw bisa ketemu sama Jirayuuuu :* (maafkan saya,stress akut ini,haha)

syukur-syukur kalo jirayu nya kesengsem ama gw ups...abaikan kalimat terakhir..

overall, enjoy your day, stay tune on my blog,siapa tau gw nemuin yang kece-kece selanjutnya,hehe ;)